Logo Taninews.com - media informasi dan hobi pertanian

Menteri Pertanian panen raya padi IP400 di Sukoharjo

 Admin Satu  Penulis   Karawang   23/06/2022  diubah:25/06/2022 at 16:38     Berita   

Menteri Pertanian panen raya padi IP400 di Sukoharjo
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memanen dan menanam padi program IP400 di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. ANTARA/HO-Kementerian Pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi IP400 di desa Tegal Sari, kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (22/6/2022), dalam acara peringatan Hari Krida Pertanian ke-50. Peringatan Hari Krida Pertanian ke-50 ini bertemakan Pertanian Indonesia Siap Menghadapi Krisis Pangan Dunia.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Perwakilan FAO Indonesia Rajendra Aryal dan Perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Mentan Syahrul juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemkab Sukoharjo mendorong petani menerapkan IP 400 dengan benih Super Genjah di lahan seluas 10 ribu hektare. “Dalam waktu 100 hari Bupati Sukoharjo mampu memberdayakan petani di wilayahnya dengan hasil Rp300 miliar. Sungguh luar biasa,” tegas Syahrul.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian langsung bergerak dengan menggerakan sektor pertanian. Kondisi Indonesia sangat diuntungkan dengan karakteristik sebagai negara pertanian dimana luasan lahan untuk tanaman pangan masih luas. Selain itu penerapan sistem pertanian juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

“Produktivitas pertanian terus kami tingkatkan. Ancaman krisis pangan dunia dimana salah satunya karena faktor pandemi virus Corona harus disikapi. IP 400 di Kabupaten Sukoharjo ini jadi jawaban. Daerah ini bisa memiliki lahan terluas se Indonesia dan hasil panen melimpah,” ujarnya.

Kementerian pertanian terus meningkatkan daerah lain menerapkan IP 400 sama seperti di Kabupaten Sukoharjo dengan lahan yang luas. Sebab hasil panen nantinya dapat memenuhi kebutuhan nasional dan menghindari krisis pangan dunia.

“Kalau lahan bisa panen empat kali kenapa hanya panen sekali saja cukup. Satu hektar di Sukoharjo bisa panen banyak maka hasil di daerah lain juga mampu menambah stok pangan nasional,” lanjutnya.

Lebih lanjut, mentan Syahrul juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemkab Sukoharjo mendorong petani menerapkan IP 400 dengan benih Super Genjah di lahan seluas 10 ribu hektare.

“Dalam waktu 100 hari Bupati Sukoharjo mampu memberdayakan petani di wilayahnya dengan hasil Rp300 miliar. Sungguh luar biasa,” tegas Syahrul.

Panen raya ini merupakan panen raya padi IP400 tebesar se Indonesia, dengan luas areal sekitar 10ribu Ha. Menurut keterangan Etik Suryani, areal sawah yang ditanami padi IP400 untuk tahun 2022 mengalami peningkatan sekitar 80%.

“Untuk pelaksanaan Gerakan tanam padi IP400 di Kabupaten Sukoharjo sendiri di tahun 2021 seluas 2.088 ha dan tahun 2022 pengembangannya seluas 7.912 ha sehingga total Gerakan IP400 tahun 2022 seluas 10 ribu ha yang dilaksanakan di 12 kecamatan, 124 Desa,“ ungkap Etik Suryani di sela kegiatan.

Perlu diketahui, IP 400 atau indeks pertanaman 400 adalah cara tanam dan panen empat kali dalam satu tahun pada lahan yang sama. Tujuannya untuk meningkatkan luas tanam dan produksi untuk ketahanan pangan, penghasilan petani meningkat dan sekaligus sebagai solusi penurunan luas tanam akibat alih fungsi lahan sawah.

Pencanangan perdana program penanaman padi IP400 dilakukan menteri Yasin pada Januari 2021 di Kabupaten Klaten, Tawa Tengah.

Pola IP400 ideal dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, bukan daerah endemis hama dan pada hamparan sawah yang cukup seragam. Selain ketersediaan air, kunci keberhasilan lain adalah mekanisasi dan penggunaan benih umur genjah dan super genjah dengan persemaian di luar.

Beberapa varietas padi umur genjah seperti Silugongo dipanen umur 80 sampai 90 hari setelah semai (HSS), Dodokan (100 HSS), Inpari 12 (99 HSS), Inpari 13 (99HSS), Inpari 11 (105 HSS), Inpari 18 (102 HSS), Inpari 19 (103 HSS), Inpari 20 (104 HSS), Inpari Sidenuk (103 HSS), Inpari Pajajaran (105 HSS) dan Inpari Cakrabuana (105 HSS). Dengan teknik semai benih diluar areal tanam berumur 15 sampai 25 HSS dan langsung ditanam, berarti waktu panen lebih cepat dihitung dari hari setelah tanam (HST)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profile

foto user
Admin Satu
 Penulis   Karawang

Ini adalah administrator satu. Bertanggungjawab menangani pengaturan website seperti mengunggah artikel, memperbaiki tampilan, menambah fungsi, mengubah role anggota, dll.

Lihat Profil
Belum menjadi anggota?
Daftar di sini

Tulisan dari Admin Satu


Terkait

Upacara Penti di NTT, ungkapan syukur atas panen
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Upacara Penti di NTT, ungkapan syukur atas panen


  9/03/2022   Ragam 
Pesta Adat Ponan di Sumbawa, doa agar panen padi melimpah
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Pesta Adat Ponan di Sumbawa, doa agar panen padi melimpah


  11/03/2022   Ragam 
Mengenal sistem tanam padi Jajar Legowo
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Mengenal sistem tanam padi Jajar Legowo


  11/03/2022   Ragam 
Pentingnya diversifikasi pangan untuk ketahanan pangan
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Pentingnya diversifikasi pangan untuk ketahanan pangan


  7/03/2022   Berita