Logo Taninews.com - media informasi dan hobi pertanian

Menjelang puasa dan lebaran harga tahu tempe akan naik lagi

 Admin Satu  Penulis   Karawang   24/03/2022      Berita   

Menjelang puasa dan lebaran harga tahu tempe akan naik lagi
Perajin membuat tempe berbahan baku kedelai impor di sentra perajin tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur, Selasa (11/1/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

Bagi penggemar tahu dan tempe harus bersiap-siap, harga tahu dan tempe akan naik menjelang puasa dan Idulfitri. Kenaikan harga tahu dan tempe disebabkan oleh naiknya bahan baku tahu dan tempe, yaitu kedelai yang sebagian besar masih diimpor.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan asosiasinya berencana untuk menaikan kembali harga jual tahu dan tempe sebesar 20 persen pada saat Ramadan dan Idulfitri karena harga kedelai yang dibeli dari distributor mengalami kenaikan sekitar Rp300 setiap pekannya.

“Kami ini perajin beli dari distributor kedelai sekitar Rp12.300 per kilogram jauh dari harga keekonomian, jadi kalau bicara naiknya ini seperti naik terus,” kata Aip seperti dikutip Bisnis.com Selasa (22/3/2022).

Data dari Kementerian Perdagangan juga menunjukkan hal serupa, tren kenaikan harga kedelai impor yang sudah dimulai dari awal tahun tahun ini bakal berlanjut hingga Mei 2022.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai impor pada pekan pertama Februari 2022 sudah menyentuh di posisi US$15,77 per bushel atau sekitar Rp11.240 per kilogram. Angka itu sudah mengalami peningkatan 19 persen dari posisi US$13,77 per bushel pada akhir Januari 2022.

“Hal ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan sampai Mei yang harganya bisa mencapai US$15,79 per bushel. Selanjutnya, tren itu baru akan turun bulan Juli dan turunnya di angka US$15,74 per bushel di tingkat importir,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan saat konferensi pers daring, Jumat (11/2/2022).

Tahu dan tempe merupakan makanan rakyat yang disukai hampir semua kalangan. Tahu dan tempe dikonsumsi oleh banyak orang mulai dari dibuat gorengan, dibuat bacem, dibuat kripik sebagai oleh-oleh, mendowan, dibuat campuran sayuran, atau menjadi menu rumah makan. Begitu disukainya menu ahu tempe sehingga kenaikan harga akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

Ini peluang bagi para petani untuk menanam kedelai. Dengan naiknya harga kedelai berarti peluang mendapatkan penghasilan dari kedelai akan meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profile

foto user
Admin Satu
 Penulis   Karawang

Ini adalah administrator satu. Bertanggungjawab menangani pengaturan website seperti mengunggah artikel, memperbaiki tampilan, menambah fungsi, mengubah role anggota, dll.

Lihat Profil
Belum menjadi anggota?
Daftar di sini

Tulisan dari Admin Satu


Terkait

Ini komoditas ekspor pertanian Indonesia
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Ini komoditas ekspor pertanian Indonesia


  5/04/2022   Berita 
Bisnis Tanaman Hias, Nyata atau Semu?
 Ahmad Fauzi  Pebisnis   Karawang

Bisnis Tanaman Hias, Nyata atau Semu?


  9/03/2022   Berita