Logo Taninews.com - media informasi dan hobi pertanian

Membuat kompos dari sampah dapur

 Admin Satu  Penulis   Karawang   8/03/2022  diubah:16/09/2022 at 11:32     Tutorial   

Sampah dapur sayang untuk dibuang karena bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Sisa bayam, kangkung, kulit kentang, tomat, bungkus tempe, atau tulang ikan bisa digunakan sebagai kompos. Produk komposnya bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman sayuran atau buah di pekarangan, hasilnya bisa dikonsumsi.

Sampah sisa dapur bila dibiarkan akan terurai oleh bakteri pengurai, tapi biasanya memakan waktu lebih lama, jadi kalau menumpuk bisa menimbulkan bau. Dengan dibuat kompos, maka bakteri pengurai dalam jumlah yang cukup untuk mengurai sampah sehingga sampah cepat membusuk.

Kompos dari sisa sayuran daun banyak mengandungNnitrogen (N), ini mirip pupuk urea. Pupuk dengan unsur N yang tinggi bagus untuk perkembangan daun atau tanaman sayuran. Untuk menambah unsur hara lain seperti Kalium (K), Fosfor (P), atau Calsium (Ca) bisa tambahkan tulang ikan, sekam padi, kulit pisang, kulit mangga, kulit nanas, dan kulit telor. Sisa sayuran dapur yang bervariasi akan semakin memperbanyak unsur hara yang diperlukan tanaman, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro.

Apa yang dibutuhkan untuk membuat kompos? Wadah bisa berupa ember yang dilubangi atau karung dengan kapasitas 50 liter – 100 liter. Sebagai pengurai kompos bisa memakai EM4 yang banyak dijual di toko-toko pertanian atau bisa juga menggunakan mikro organisme lokal (MOL) buatan sendiri. keduanya berisi bakteri dan mikroorganisme pengurai sapah. Dengan diurai oleh mikroorganisme maka unsur-unsur hara akan terpisah dna bisa serap oleh tanaman.

Cara membuat kompos
Bahan dan alat

  1. Siapkan wadah (ember, atau karung)
  2. Sayuran dapur (sisa sayuran, kulit pisang, kertas, bungkus tempe, tulang ikan, kayu, nasi basi, cangkang telor, sayuran sisa, dll)
  3. Larutan gula (opsional, tapi lebih baik ada). Untuk tahap awal ini sebagai makanan bakteri atau jamur pengurai

Cara membuat

  1. Larutkan 5 sdm gula pasir dalam 1/2 liter air, tambahkan satu tutup botol EM4 atau MOL. Gula berfungsi sebagai sumber energi bagi bakteri dan jamur pengurai
  2. Potong-potong sayuran dapur
  3. Campurkan air yang sudah dicampur EM4 (atau cairan MOL) dengan potongan sayuran
  4. Masukkan ke dalam ember, aduk-aduk
  5. Tutup ember dan taruh di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Periksa jangan sampai kering, kalau kering siram dengan air

Ini menjadi starter atau bahan awal kompos. Setelah 2 minggu sayuran akan terurai. Tanda-tanda terjadi penguraian adalah suhu ember yang meningkat lebih panas.

Setiap hari boleh ditambah sayuran baru, jangan lupa diaduk-aduk agar bakteri pengurai tercampur. Lakukan penambahan sayuran setiap hari sampai penuh. Biasanya bagian bawah sudah jadi kompos, bagian atas belum. Bagian yang sudah jadi bisa diambil untuk memupuk tanaman kita. Bisa langsung disebar di sekitar tanaman atau dijemur dulu sampai kering.

Lakukan siklus itu terus menerus. Sayuran dapur masuk ke ember, kompos yang sudah jadi diambil untuk memupuk, sampah baru segera terurai sehingga jadi ember tempat kompos tidak mudah penuh. Kalau mau memulai lagi dari awal, selama dua minggu jangan diberi sayuran baru, sehingga semua sayuran berubah jadi kompos, lalu bisa diambil semua isinya, dijemur, dan digunakan sebagai kompos untuk menyuburkan tanaman.

Ayo manfaatkan pekarangan kita dengan menanami tanaman bermanfaat. Pembuatan kompos dari sampah dapur sangat penting untuk mengelola sampah. Daripada dibuang, sampah sisa sayuran bisa didaur ulang sebagai kompos untuk menyuburkan tanaman. Keuntungannya, jumlah sampah berkurang, tanaman tambah subur. Itulah manajemen sampah sederhana ala rumahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profile

foto user
Admin Satu
 Penulis   Karawang

Ini adalah administrator satu. Bertanggungjawab menangani pengaturan website seperti mengunggah artikel, memperbaiki tampilan, menambah fungsi, mengubah role anggota, dll.

Lihat Profil
Belum menjadi anggota?
Daftar di sini

Tulisan dari Admin Satu


Terkait

Stek cabai: solusi perbanyakan cabai unggul
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Stek cabai: solusi perbanyakan cabai unggul


  20/05/2023   Tutorial 
Panduan Lengkap Budidaya Gembili “Tanaman Adat Khas Lokal Papua”
 Muhammad Nur  Penyuluh Pertanian   Sentani,Jayapura,Papua

Panduan Lengkap Budidaya Gembili “Tanaman Adat Khas Lokal Papua”


  12/08/2023   Tips dan Trik 
Mengenal kelompok hormon Auksin – hormon akar
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Mengenal kelompok hormon Auksin – hormon akar


  8/03/2022   Tutorial 
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Cara memasak batang talas agar tidak gatal


  17/05/2023   Tutorial