Logo Taninews.com - media informasi dan hobi pertanian

Mengenal Sagu, alternatif pengganti nasi

 Admin Satu  Penulis   Karawang   10/03/2022  diubah:28/06/2023 at 21:31     Direktori   

Mengenal Sagu, alternatif pengganti nasi
Pohon Sagu. Sumber: lipi.go.id

Di Indonesia banyak sumber makanan pengganti nasi, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, talas, atau sagu. Sagu banyak dikonsumsi di masyarakat Papua dan Maluku daerah pesisir. Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau “pohon sagu” (Metroxylon sagu Rottb.).

Tepung sagu yang bisa dibuat menjadi campuran kue, bubur, sebagai bahan pembuat mie, atau campuran sayur.

Luas perkebunan sagu
Dalam peta sebaran sagu menurut situs resmi Kementerian Pertanian, disebutkan bahwa pohon sagu yang hidup di hutan alam mencapai 1,25 juta ha, dengan rincian 1,20 juta di Papua dan Papua Barat dan 50.000 ha di Maluku.

Sedangkan pohon sagu yang merupakan hasil semi budidaya (sengaja ditanam/semi cultivation) mencapai 158.000 ha, dengan rincian 34.000 ha di Papua dan Papua Barat, di Maluku 10.000 ha, di Sulawesi 30.000 ha, di Kalimantan 20.000 ha, di Sumatera 30.000 ha, di Kepulauan Riau 20.000 ha, dan di Kepulauan Mentawai 10.000 ha. (bisnis.com)

Sementara berdasarkan Peta sebaran sagu di Indonesia Tahun 2018, terdapat 4 (empat) provinsi yang mempunyai populasi tanaman sagu terluas di Indonesia yaitu Provinsi Aceh, Riau, Kalimantan Selatan, dan Papua. Keempat provinsi ini menyumbang kontribusi sebesar 96,28% terhadap total produksi rata-rata sagu Indonesia.

Tabel produksi Sagu Indonesia tahun 2015-2020

No Provinsi 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Rata-rata Kontribusi
1 Riau 366032 326755 338726 364249 369369 374815 356658 80,99
2 Papua 28298 28576 66593 68204 66593 67979 54374 12,35
3 Maluku 9683 9370 8134 8157 8927 9113 8897 2,02
4 Kalimantan Selatan 3836 4150 4130 4045 4173 4229 4094 0,93
5 Sulawesi tenggara 4759 2765 2600 2710 2651 2653 3023 0,69
6 Sulawesi Selatan 2560 3069 3073 3136 2964 3026 2971 0,67
7 Kepulauan Riau 3314 3540 3571 3364 1492 1523 2801 0,64
8 Aceh 1359 1287 1711 1746 1745 1781 1605 0,36
9 Papua Barat 1520 1520 1520 1657 1571 1604 1565 0,36
10 Lainnya 2585 2581 2856 6274 6010 6142 4408 1

Pohon sagu dapat tumbuh hingga setinggi 20 m, bahkan 30 m. Dari satu pohon dapat dihasilkan 150 sampai 300 kg pati. Suatu survei di Kabupaten Kendari menunjukkan bahwa untuk mengolah dua pohon sagu diperlukan 4 orang yang bekerja selama 6 hari.

Tanaman sagu juga berperan dalam ekologi sebagai pengaman lingkungan karena dapat mengabsorbsi emisi gas karbondioksida yang berasal dari lahan rawa dan gambut ke udara (Bintoro, 2008). (Wikipedia)

hasi ldari pohon sagu adalah tepung sagu. Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka sehingga namanya sering kali dipertukarkan, meskipun kedua tepung ini berbeda.

Klasifikasi Sagu
Menurut Ruddle et al. (1978), kedudukan taksonomi tanaman sagu adalah
sebagai berikut:

Divisi Spermatophyta
Kelas Angiospermae
Ordo Spadicifflorae
Famili Palmae
Genus Metroxylon
Spesies Metroxylon sagus Rottb.

Sumber: e-journal.uajy.ac.id

Kandungan gizi Sagu
Dalam 100 gram sagu kering, terdapat 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, dan 1,2 mg zat besi. Kalori yang dihasilkan 100 gram sagu adalah sebanyak 355 kalori. Meski mengandung lemak, karoten, dan asam askorbat, namun jumlahnya sangat sedikit sehingga sering kali diabaikan. (ners.unair.ac.id)

Makanan dari Sagu

  • Laupek Sage

    laupek sage
    Laupek sage. Makanan tradisional berbahan sagu dari Aceh. Foto: instagram.com/kulineratjeh

    Laupek Sage merupoakan makanan tradisional berbahan sagu yang berasal dari Aceh. Laupek Sage dikenal juga sebagai sebagai Timphan Brune ini biasa disajikan saat ada acara-acara besar atau hajatan yang melibatkan keluarga besar. Adanya makanan tradisional berbahan sagu dari Aceh membuktikan Aceh memiliki hasil sagu.

  • Kue Bagea


    Kue Bagea dari Sagu. foto: belanga.id

    Kue Bagea merupakan makanan tradisional berbahan sagu yang berasal dari Maluku, Maluku Utara dan kota Palopo di Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam pembuatan biasa dtambahkan dengan gula halus, tepung terigu, biji kenari, kacang tanah, cengkeh dan kayu manis.

  • Papeda
    Papeda, makanan khas berbahan sagu
    Papeda, makanan khas dari Sagu. Foto: kedainews.com

    Paeda merupakan makanan tradisional berbahan sagu yang berasal dari Papua. Papeda tampilannya mirip bubur dengan tekstur lengket dan rasa tawar sehingga ditambahkan menu lain sebagai pedamping seperti sayuran, ikan asin, dan lauk lainnya.

  • kapurung
    kapurung, makanan berbahan sagu
    Kapurung, makanan tradisional barbahan sagu. Foto: brisik.id

    Kapurung merupakan makanan khas berbahan sagu yang berasal dari Sulawesi Selatan terutama Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Palopo. Kapurung mirip dengan Papeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profile

foto user
Admin Satu
 Penulis   Karawang

Ini adalah administrator satu. Bertanggungjawab menangani pengaturan website seperti mengunggah artikel, memperbaiki tampilan, menambah fungsi, mengubah role anggota, dll.

Lihat Profil
Belum menjadi anggota?
Daftar di sini

Tulisan dari Admin Satu


Terkait

 Admin Satu  Penulis   Karawang

14 jenis mangga yang populer di Indonesia


  17/10/2022   Direktori 
Daun Kumis Kucing cegah darah tinggi
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Daun Kumis Kucing cegah darah tinggi


  7/03/2022   Direktori 
Produksi bawang daun tahun 2022
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Produksi bawang daun tahun 2022


  16/10/2023   Data 
Produksi cabai besar nasional tahun 2022
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Produksi cabai besar nasional tahun 2022


  6/11/2023   Data