Logo Taninews.com - media informasi dan hobi pertanian

Daun kelor, enak dikonsumsi, kaya gizi, bermanfaat untuk kesehatan

 Admin Satu  Penulis   Karawang   16/05/2022  diubah:10/03/2023 at 00:49     Direktori   

Daun kelor, enak dikonsumsi, kaya gizi, bermanfaat untuk kesehatan
Daun kelor mempunyai banyak manfaat sehingga dijuluki sebagai superfood. Foto: taninews.com

Daun Kelor adalah tumbuhan dengan nama latin Moringa Oleifera L banyak digunakan sebagai sayuran baik diolah maupun sebagai lalapan mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Daun kelor dipercaya membantu meningkatkan produksi ASI bagi ibu yang menyusui, mirip dengan khasiat daun katu. Banyaknya kandungan gizi menjadikan daun kelor sering disebut sebagai super food (tanaman sumber makanan super).

Saat ini kelor dikenal di 82 negara dengan 210 nama yang berbeda, diantaranya moringa, horseradish tree, drumstick, tree West Indian Ben (Inggris), sajina (Bangladesh), mrum (Cambodia), Ben ailé (Perancis), kelor, marunga (Indonesia), ‘ii h’um (Laos), meringgai, gemunggai, kelor (Malaysia), dandalonbin, (Myanmar), malunggay (Philippines), marum, phakihum, makhonkom (Thailand) dan ch[uf]m ng[aas]y (Vietnam) (Mardiana, 2013).

Dari buku Tanaman Kelor: Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi Usaha (2018) oleh F.G. Winarno, kelor termasuk satu di antara delapan mega superfood (pangan super). Superfood merupakan pangan fungsional yang bergizi tinggi dan kaya fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan. Selain tanaman kelor, terdapat tujuh mega superfood lainnya. Di antaranya ganggang chlorella, goji berry, spirulina, cokelat, wheat grass, camu camu, dan acai.

Sebagai sayuran, daun kelor enak dibuat menjadi sayur bening, sayur lodeh, bothok, campuran telor dadar, atau sebagai campuran mie instant. Bagi anda penikmat mie instant perlu mencoba daun kelor sebagai tambahan sayuran. Untuk mengkonsumsi mie instant dengan lebih sehat, sebaiknya kurangi bumbu untuk mengurangi kadar garamnya, jadi manfaat gizi daun kelor tidak mubazir karena mengkonsumsi garam berlebihan.

Klasifikasi tumbuhan

Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Brassicales
Family : Moringaceae
Genus : Moringa
Species : Moringa oleifera L.

Apa saja kandungan zat dalam daun kelor? Dari website ccrc.farmasi.ugm.ac.id disebutkan, daun kelor mengandung kombinasi senyawa yang unik yaitu isotiosianat dan glukosinolat. Isotiosianat (ITC) merupakan zat yang terdapat dalam berbagai tanaman, termasuk Moringa oleifera L., dan memiliki potensi sebagai agen kemopreventif. Secara in vivo, isotiosianat telah menunjukkan aktivitas sebagai agen antikanker.

Di alam isotiosianat berada dalam bentuk benzil isotiosianat (BITC), phenetil isotiosianat (PEITC), atau phenyl isotiosianat (PITC) (Bose, 2007). Isotiosianat terlepas dari tanamannya melalui aksi enzim mirosinase setelah sel tanaman itu rusak, seperti saat dipanen atau saat dikunyah (Zhang dkk., 2009). Atas dasar fakta-fakta tersebut berbagai penelitian mengenai isotiosianat telah banyak dilakukan.

Kandungan gizi daun kelor
Menurut F.G. Winarno, daun kelor kering sebanyak 100 gram mengandung senyawa:

  • Protein dua kali lebih tinggi dari yoghurt
  • Vitamin A tujuh kali lebih tinggi dari wortel Kalium tiga kali lebih tinggi dari pisang Kalsium empat kali lebih tinggi dari susu
  • Vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk

Tak hanya itu, melansir Healthline, daun kelor juga mengandung vitamin B6, zat besi, magnesium, serta riboflavin B2. Dalam 100 gram daun kelor segar, kandungan vitamin C-nya mencukupi 157 persen kebutuhan gizi dalam sehari.

Selain sebagai sayuran konsumsi, daun kelor juga dipercaya sebagai obat herbal atau obat tradisional untuk mencegah beberapa penyakit seperti menjaga tekanan darah tinggi, menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes, dan membantu mecegah kanker. Daun kelor lebih berkhasiat dikonsumsi sebagai sayuran segar karena zat-zatnya masih utuh.

Kalau pembaca pernah mengamati iklan obat herbal mungkin pernah mendengar obat tetes yang komposisinya ekstrak daun kelor, atau ada juga yang berbentuk kapsul yang harganya mahal. Padahal kita bisa menanam tanaman kelor di pekarangan rumah dan mendapatkan manfaat daun kelor dengan biaya lebih murah, bahkan gratis.

Menurut Utami (2013), manfaat daun kelor antara lain sebagai anti peradangan, hepatitis, memperlancar buang air kecil, dan anti alergi. Selain itu daun kelor banyak digunakan dan dipercaya sebagai obat infeksi, anti bakteri, infeksi saluran urin, luka eksternal, anti-hipersensitif, antianemik, diabetes, colitis, diare, disentri, dan rematik (Nugraha, 2013).

Salah satu yang paling menonjol dari kandungan tanaman kelor adalah antioksidan terutama pada bagian daunnya yang mengandung antioksidan paling tinggi.

Antioksidan yang terdapat dalam daun kelor diantaranya tanin, steroid, triterpenoid, flavonoid, saponin, antarquinon, dan alkaloid (Kasolo et al, 2010). Selain itu, daun kelor juga mengandung berbagai macam asam amino, antara lain asam amino yang berbentuk asam aspartat, asam glutamat, alanin, valin, leusin, isoleusin, histidin, lisin, arginin, venilalanin, triftopan, sistein dan methionin (Simbolan et al. 2007).

Penelitian daun kelor sebagai mekanisme antikanker
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mekanisme aksi isotiosianat adalah melalui induksi enzim pemetabolisme fase 1 dan enzim pemetabolisme fase 2. (Hetch, 1999).

Efektifitas tanaman kelor sebagai agen antikanker juga terbukti dari beberapa publikasi penelitian yang menyatakan bahwa benzyl isothiosianat (BITC) secara in vitro mampu menginduksi apoptosis terhadap sel kanker ovarium (Bose, 2007). BITC juga dapat menginhibisi pertumbuhan sel kanker pankreas BxPC-3 secara signifikan dengan IC50 8 μM melalui fase G2/M cell cycle arrest serta induksi apoptosis (Srivastava dan Singh, 2004).

Bharali dkk melaporkan bahwa ekstrak etanolik dari Moringa oleifera L. berpotensi sebagai agen kemoprefentif terhadap karsinogenesis yang disebabkan oleh bahan kimia. PEITC mampu menginhibisi induksi kanker paru-paru oleh NNK melalui mekanisme pengurangan pembentukan DNA adduct dan juga dapat menginduksi apoptosis (Sticha dkk., 2002). (sumber: ccrc.farmasi.ugm.ac.id)

Perbanyakan tanaman kelor
Tanaman kelor bisa diperbanyak dengan biji maupun stek. Perbanyakan dengan biji sangat mudah, pilih biji yang sudah tua dan kering, lalu semai dan tanam. Untuk perbanyakan tanaman kelor dengan stek ada beberapa persyaratan agar keberhasilan stek kelor tinggi.
1. Diameter batang stek minimal adalah 4cm
2. Panjang stek optimal 75cm

Ternyata banyak sekali manfaat daun kelor, jadi sangat penting bagi pembaca taninews.com untuk memasukkan tanaman kelor sebagai koleksi di pekarangan rumah. Selain kegunaan untuk dikonsumsi, tanaman ini juga bisa menghijaukan, lebih tahan kering, dan minim perawatan. Untuk mengkonsumsi tinggal petik daunnya, langsung bisa dimasak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profile

foto user
Admin Satu
 Penulis   Karawang

Ini adalah administrator satu. Bertanggungjawab menangani pengaturan website seperti mengunggah artikel, memperbaiki tampilan, menambah fungsi, mengubah role anggota, dll.

Lihat Profil
Belum menjadi anggota?
Daftar di sini

Tulisan dari Admin Satu


Terkait

17 varietas Ubi Jalar unggul di Indonesia
 Admin Satu  Penulis   Karawang

17 varietas Ubi Jalar unggul di Indonesia


  11/09/2022   Direktori  4
Produksi daging sapi nasional tahun 2022
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Produksi daging sapi nasional tahun 2022


  10/08/2023   Data 
Mengenal sorgum, alternatif pengganti gandum
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Mengenal sorgum, alternatif pengganti gandum


  26/08/2022   Direktori 
Produksi ubi kayu Indonesia tahun 2019
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Produksi ubi kayu Indonesia tahun 2019


  19/05/2022   Data