Logo Taninews.com - media informasi dan hobi pertanian

Tradisi methik padi, tradisi memanen padi

 Admin Satu  Penulis   Karawang   13/11/2022      Ragam   

Tradisi methik padi, tradisi memanen padi
Tradisi methik pari. foto: infoblitar.com

Tradisi adalah adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan dari suatu masyarakat mengenai nilai-nilai budaya, norma-norma, hukum dan aturan-aturan yang saling berkaitan, dan kemudian menjadi suatu sistem atau peraturan yang sudah mantap serta mencakup segala konsepsi sistem budaya dari suatu kebudayaan untuk mengatur tindakan sosial.

Indonesia kaya akan adat istiadat tradisi. Sebagai negara pertanian, Indonesia juga kaya akan tradisi yang berhubungan dengan siklus bercocok tanam: mengerjakan lahan, menanam, hingga memanen. Untuk tradisi memanen padi, ada suatu tradisi yang memanen padi yang disebut “Methik pari” atau memetik padi.

Tradisi seperti ini mulai langka tergerus kemajuan jaman. Yang masih melakukan biasanya generasi tua karena mengikuti naluri atau warisan pengetahuan dari orang-orang terdahulu. Sementara generasi mudah sudah banyak mendapatkan warisan pengetahuan yang lebih banyak, misalnya agama, yang untuk beberapa kasus ada yang menghindari tradisi yang dianggap tidak sesuai dengan agama. Dari beberapa pemberitaan, tradisi Methik padi masih ada yang melakukan di Sragen, Pacitan, Blitar, dan Banyuwangi.

Dikutip dari situs rri.co.id, tradisi methik padi masih ada yang melakukan di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Tradisi methik adalah kegiatan yang sudah turun-temurun dilakukan berupa ritual dan prosesi yang dilakukan oleh petani sebelum mereka melaksanakan panen raya padi.

Tradisi methik padi diawali kenduren sederhana yang digelar di tengah pesawahan. Petani yang punya sawah biasanya juga melengkapi dengan sejumlah sarana seperti nasi putih, ingkung ayam, dan lauk pauk lengkap.

Salah satu pelaku tradisi ini, mbah lagi, menyatakan tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur lepada Gusti Allah, juga sebagai sarana tolak bala, memohon keselamatan baik petani yang menggarap sawah termasuk tanaman padi yang ditanam. Serta meminta kelancaran serta dijauhkan dari bahaya maupun hama yang bisa merusak tanaman padi.

“Ini hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Gusti Allah yang telah memberikan nikmat atas hasil padi yang baik,” ungkap Mbah Lagi seusai acara Methik Padi, seperti dikutip rri.co.id Jumat (25/2/2022).

Ini mirip dengan tradisi wiwitan, yaitu ada ritual membawa makanan ke area tanaman padi untuk kemudian didoakan dan dibagikan bagi petani yang ada di lokasi.

Tradisi methik pari juga diberitakan masih ada di desa Jeruk kecamatan Bandar kabupaten Pacitan. Sumber dari website Budaya Indonesia, Methik Pari berarti memetik padi, sangat erat dengan karakter agraris di daerah Bandar, Kabupaten Pacitan. Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur para petani akan panen padi yang telah diperoleh, sekaligus sebagai penghormatan kepada Dewi Sri dan Joko Sadono.

Upacara adat Methik Pari mulai berkembang saat masa penjajahan Belanda. Masyarakat Bandar mulai mengenal padi sebagai tanaman penghasil bahan makanan pokok. Upacara ini dilakukan sehari sebelum panen padi dilaksanakan. Tarian biasanya dilakukan di malam hari dengan puncak acara menampilkan tarian khas yang juga berkisah tentang aktivitas memetik padi.

Tradisi methik pari juga ada di tetangga Pacitan, Kabupaten Blitar. Mengutip website infoblitar.com, tradisi methik pari di wilayah Kabupaten Blitar, juga diawali dengan kenduri dilakukan di sawah yang padinya akan dipanen. Adapun jenis makanan yang digunakan ketika kenduri atau slametan (syukuran dengan menggunakan adat desa), nasi dan ayam ingkung, pisang raja, ada pula yang menyediakan jajanan khas Jawa mulai dari jenang, wajik dan jadah.

Masih menurut infoblitar.com, yang tidak boleh dilewatkan ialah tentang warga yang mendapat peran sebagai tukang masak. Menurut kepercayaan, si tukang masak harus dalam kondisi yangsuci dari hadast besar dan selama memasak hingga makanan tersaji tidak diperkenankan untuk dicicipi.

Itulah keanekaragaman budaya di Indonesia. Sebagai negara yang masih kental budaya pertaniannya, sangat wajar banyak tradisi yang berhubungan dengan pertanian. Banyak tradisi yang mulai terkikis oleh jaman, dengan bergantinya generasi, tradisi methik pari juga semakin sedikit yang melakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profile

foto user
Admin Satu
 Penulis   Karawang

Ini adalah administrator satu. Bertanggungjawab menangani pengaturan website seperti mengunggah artikel, memperbaiki tampilan, menambah fungsi, mengubah role anggota, dll.

Lihat Profil
Belum menjadi anggota?
Daftar di sini

Tulisan dari Admin Satu


Terkait

Mappadendang, tradisi menyambut panen padi orang Bugis
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Mappadendang, tradisi menyambut panen padi orang Bugis


  7/03/2022   Ragam 
Makan durian gratis di Festival Durian KenDuren Wonosalam
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Makan durian gratis di Festival Durian KenDuren Wonosalam


  10/03/2023   Ragam 
Upacara Seren Taun
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Upacara Seren Taun


  9/03/2022   Ragam 
Tradisi menanam padi orang Tobaru, Halmahera
 Admin Satu  Penulis   Karawang

Tradisi menanam padi orang Tobaru, Halmahera


  6/04/2022   Ragam